Selamat Datang di Situs Resmi Fraksi PKB
HomeBerita

Komisi I Minta Pelaku Penganiayaan WNI ART di Malaysia Dihukum Berat

Komisi I Minta Pelaku Penganiayaan WNI ART di Malaysia Dihukum Berat

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syamsu Rizal, mengecam keras tindakan penganiayaan yang dialami seorang WNI ART berinisial YY di Malaysia. Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah video kekerasan terhadap korban beredar luas di media sosial.

Dalam video yang beredar pada Minggu (14/6), tampak seorang wanita yang diduga korban duduk di sofa sambil menerima pukulan bertubi-tubi dari seorang pria berkaus biru. Korban terlihat mengerang kesakitan dan tidak melakukan perlawanan.

Diketahui, Kepolisian Malaysia telah bergerak cepat dengan menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap YY.

Menanggapi kasus tersebut, Syamsu Rizal atau yang akrab disapa Deng Ical meminta agar para pelaku dijatuhi hukuman berat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Malaysia.

“Kami mengutuk keras tindakan kekerasan yang dialami saudari YY. Perbuatan tersebut merupakan tindakan tidak manusiawi dan tidak dapat ditoleransi. Para pelaku harus mendapatkan hukuman yang setimpal agar memberikan efek jera dan menjadi pelajaran bagi siapa pun yang melakukan kekerasan terhadap pekerja migran,” kata Deng Ical, Senin (15/6).

Menurutnya, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) harus terus mengawal proses hukum yang sedang berjalan dan melakukan langkah-langkah diplomasi untuk memastikan keadilan bagi korban.

“Saya meminta Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan Indonesia di Malaysia untuk melakukan diplomasi dan lobi secara maksimal agar proses hukum berjalan transparan dan para pelaku dihukum berat sesuai aturan yang berlaku di Malaysia,” ujarnya.

Deng Ical juga menekankan pentingnya pendampingan hukum yang optimal bagi korban. Ia berharap tim kuasa hukum yang mendampingi YY dapat menghadirkan bukti-bukti yang kuat di persidangan sehingga dapat meyakinkan majelis hakim mengenai tingkat kejahatan yang dilakukan para pelaku.

“Para pengacara yang mendampingi korban harus bekerja keras mengungkap seluruh fakta dan bukti yang ada. Dengan bukti yang kuat, hakim akan memiliki dasar yang kokoh untuk menjatuhkan hukuman berat kepada para pelaku,” tegasnya.

Selain itu, Deng Ical meminta pemerintah terus meningkatkan perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri, termasuk memastikan adanya mekanisme pengaduan dan pendampingan yang cepat ketika PMI menghadapi masalah hukum maupun tindak kekerasan.

“Keselamatan dan perlindungan pekerja migran harus menjadi prioritas. Negara harus hadir untuk memastikan seluruh warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri mendapatkan perlindungan dan keadilan,” tegasnya.

Deng Ical juga mengusulkan agar Kemenlu membuka jaringan advokasi dan literasi khusus untuk PMI. Apalagi Indonesia telah memiliki UU PPRT, tentu standar PMI juga harus menyesuaikan dengan semangat PPRT untuk menjamin perlindungan hak dan keselamatan PMI dan tenaga kerja informal lainnya.

Penulis : Khafidlul Ulum

dipublikasikan pada : 15 Juni 2026 17:12

dilihat 4 kali

Profile Anggota

  • IRMAWAN
    IRMAWAN
  • RUSLAN M. DAUD
    RUSLAN M. DAUD
  • ASHARI TAMBUNAN
    ASHARI TAMBUNAN
  • MARWAN DASOPANG
    MARWAN DASOPANG
  • RICO ALVIANO
    RICO ALVIANO
  • IYETH BUSTAMI
    IYETH BUSTAMI
  • MAFIRION
    MAFIRION
  • ELPISINA
    ELPISINA
  • S.N. PRANA PUTRA SOHE
    S.N. PRANA PUTRA SOHE
  • BERTU MERLAS
    BERTU MERLAS
  • MUHAMMAD KADAFI
    MUHAMMAD KADAFI
  • CHUSNUNIA CHALIM
    CHUSNUNIA CHALIM
  • HASBIALLAH ILYAS
    HASBIALLAH ILYAS
  • IDA FAUZIYAH
    IDA FAUZIYAH
  • HABIB SYARIEF MUHAMMAD
    HABIB SYARIEF MUHAMMAD
  • CUCUN AHMAD SYAMSURIJAL
    CUCUN AHMAD SYAMSURIJAL
  • ASEP ROMY ROMAYA
    ASEP ROMY ROMAYA
  • NENG EEM MARHAMAH ZULFA HIZ
    NENG EEM MARHAMAH ZULFA HIZ
  • ZAINUL MUNASICHIN
    ZAINUL MUNASICHIN
  • TOMMY KURNIAWAN
    TOMMY KURNIAWAN
  • SUDJATMIKO
    SUDJATMIKO
  • SYAIFUL HUDA
    SYAIFUL HUDA
  • DEDI WAHIDI
    DEDI WAHIDI
  • MAMAN IMANUL HAQ
    MAMAN IMANUL HAQ
  • RINA SAADAH
    RINA SAADAH
  • IMAS AAN UBUDIAH
    IMAS AAN UBUDIAH
  • OLEH SOLEH
    OLEH SOLEH
  • HINDUN ANISAH
    HINDUN ANISAH
  • MARWAN JAFAR
    MARWAN JAFAR
  • EVA MONALISA
    EVA MONALISA
  • MOHAMMAD TOHA
    MOHAMMAD TOHA
  • ABDULLAH
    ABDULLAH
  • TAUFIQ R ABDULLAH
    TAUFIQ R ABDULLAH
  • SITI MUKAROMAH
    SITI MUKAROMAH
  • EKA WIDODO
    EKA WIDODO
  • M. HANIF DHAKIRI
    M. HANIF DHAKIRI
  • KAISAR ABU HANIFAH
    KAISAR ABU HANIFAH
  • ARZETI BILBINA
    ARZETI BILBINA
  • ANISAH SYAKUR
    ANISAH SYAKUR
  • M. HILMAN MUFIDI
    M. HILMAN MUFIDI
  • NIHAYATUL WAFIROH
    NIHAYATUL WAFIROH
  • M. NASIM KHAN
    M. NASIM KHAN
  • RIVQY ABDUL HALIM
    RIVQY ABDUL HALIM
  • MUHAMMAD KHOZIN
    MUHAMMAD KHOZIN
  • HASANUDDIN WAHID
    HASANUDDIN WAHID
  • ALI AHMAD
    ALI AHMAD
  • ANGGIA ERMA RINI
    ANGGIA ERMA RINI
  • ANIM FALACHUDDIN
    ANIM FALACHUDDIN
  • AHMAD IMAN SYUKRI
    AHMAD IMAN SYUKRI
  • RUSDI KIRANA
    RUSDI KIRANA
  • ABDUL HALIM ISKANDAR
    ABDUL HALIM ISKANDAR
  • ANNA MUAWANAH
    ANNA MUAWANAH
  • RATNA JUWITA SARI
    RATNA JUWITA SARI
  • JAZILUL FAWAID
    JAZILUL FAWAID
  • SYAFIUDDIN
    SYAFIUDDIN
  • AHMAD FAUZI
    AHMAD FAUZI
  • MOH. RANO ALFATH
    MOH. RANO ALFATH
  • MAHDALENA
    MAHDALENA
  • LALU HADRIAN IRFANI
    LALU HADRIAN IRFANI
  • N.M. DIPO NUSANTARA PUA UPA
    N.M. DIPO NUSANTARA PUA UPA
  • USMAN HUSIN
    USMAN HUSIN
  • DANIEL JOHAN
    DANIEL JOHAN
  • SYAFRUDDIN
    SYAFRUDDIN
  • SYAMSU RIZAL
    SYAMSU RIZAL
  • ANDI MUAWIYAH RAMLY
    ANDI MUAWIYAH RAMLY
  • JAELANI
    JAELANI
  • INDRAJAYA
    INDRAJAYA